RSS

Perawatan Bayi Baru Lahir

19 Jun

Ada beberapa hal yang Bunda perlu perhatikan dalam merawat bayi baru lahir, mulai dari pola tidur, panca indera, buang air besar, buang air kecil, dan perawatan tali pusat.

 

Pola tidur

Rata-rata bayi baru lahir tidur sepanjang siang dan malam (8 jam pada siang hari dan 9 jam pada malam hari) dan hanya terbangun untuk makan setiap 3 – 4 jam. Sebagian besar bayi akan terbangun di malam hari sampai usia 3 bulan, dikarenakan lambungnya masih kecil sehingga cepat merasa lapar. Ibu tidak perlu membangunkan bayi untu makan kecuali disarankan oleh dokter. Beberapa bayi prematur membutuhkan makan lebih sering dan harus dibangunkan untuk makan.

Tanda bayi siap untuk tidur:

  • Mengucek mata
  • Menguap
  • Memalingkan muka
  • Rewel

Bagaimana membantu bayi untuk tidur?

Para ahli merekomendasikan untuk menidurkan bayi di lengan, kemudian meletakkannya

di tempat tidur saat masih terjaga. Cara ini mengajarkan bayi untuk belajar tidur sendiri. Musik yang pelan dapat membantu bayi untuk tidur lebih tenang.

Bagaimana posisi tidur terbaik untuk bayi baru lahir?

Posisikan punggung bayi pada tepat yang keras (kokoh). Singkirkan bantal, selimut, mainan dari tempat tidur bayi. Pastikan kepala bayi tidak tertutup apapun selama tidur. Jangan tempatkan bayi di sofa, tempat tidur air, bantal, atau apapun permukaan yang empuk selama tidur.

Bayi dapat mengalami kematian mendadak yang disebut sebagai sudden infant death syndrome apabila terdapat faktor sebagai berikut:

  • Tidur tengkurap
  • Tidur pada permukaan yang lunak
  • Terlalu panas oleh karena selimut yang sangat tebal
  • Ibu perokok
  • Orang tua yang pemakai obat dan peminum alkohol
  • Tertimpa oleh saudara sekandungnya, oleh karena itu tidur dengan saudara sekandung sebaiknya dihindari

 

Panca indera

Penglihatan

Ukuran mata bayi baru lahir adalah setengah dari mata orang dewasa. Pertumbuhan mata cepat pada usia 1 tahun dan melambat sampai usia pubertas. Apabila Anda menjumpai bayi Anda sedikit juling, jangan terlalu cemas karena gerakan mata bayi masih belum terkordinasi dan karenanya bisa terlihat sedikit juling. Namun bayi mampu untuk fokus pada jarak 8 – 10 inchi atau setara dengan jarak bayi dari gendongan di lengan ke muka ibu. Visus normal tercapai pada usia 2 – 3 tahun.

Pendengaran

Berbeda dengan penglihatan, pendengaran sudah berkembang lengkap ada bayi baru lahir. Bayi dengan pendengaran normal akan terkejut dengan suaa keras, memperhatikan dengan seksama bila mendengar suara ibunya, dan berhenti bergerak apabila ada orang yang berbicara. Bayi akan belajar mengenal suara dengan nada tinggi (ibu) dan rendah (bapak). Diperkirkan 1 – 3 bayi per 1000 kelahiran hidup menderita kehilangan pendengaran serius. Tanpa dilakukan pemeriksaan apapun biasanya gangguan pendengaran baru terdeteksi saat usia > 1 tahun. Akibat gangguan pendengaran adalah pusat pendengaran di otak tidak mendapat stimulasi sehingga terjadi keterlambatan bicara dan berbahasa sehingga terjadi gangguan perkembangan emosi dan sosial. Apa penyebab gangguan pendengaran pada bayi? Sebagian besar bersifat kongenital atau cacat bawaan. Sering dijumpai pada bayi prematur, atau bayi dengan infeksi dan masalah pernapasan yang membutuhkan ventilator dalam jangka panjang dan beberapa pengobatan.

Ada 2 jenis metode pemeriksaan pendengaran bayi baru lahir:

  • Evoked otoacoustic emissions (EOAE)
  • Auditory brainstem respons (ABR)

Idealnya seluruh bayi dengan kehilangan pendengaran harus teridentifikasi sebelum usia 3 bulan, sehingga terapi dapat dimulai sebelum usia 6 bulan (usia penting untuk perkembangan bicara dan bahasa)

Rasa

Pada awal perkembangan janin papil rasa di lidah mulai berkembang. Bayi lebih menyenangi rasa manis dibandingkan asam dan pahit. Bayi juga lebih menyenangi ASI terutama setelah bulan pertama.

Bau

Pusat penciuman di otak terbentuk pada awal perkembangan janin. Pada beberapa hari awal kehidupan bayi akan menyukai bau ibunya terutama bau ASI.

Sentuhan

Bayi sangat menyenangi sentuhan dan pelukan. Sentuhan akan meningkatkan kemampuan bayi untuk mengenal lingkungan sekitarnya. Biarkan bayi bebas menggerakkan jarinya. Anda boleh memasng mainan dengan warna cerah dalam jarak pandangnya sehingga bayi menjadi lebih mandiri.

 

Buang Air Besar (BAB)

Setelah lahir beberapa jam kemudian bayi akan mengeluarkan kotoran lengket berwarna hijau kehitaman yang disebut mekoneum. Bayi yang mengkonsumsi ASI akan menghasilkan kotoran berwarna kuning muda, berair dan sedikit mengandung bahan padat. BAB akan mencapai 6 – 8 kali per hari. Apabila bayi minum susu formula, kotoran akan semi padat, lunak dan berwarna kuning kehijauan akibat pemecahan zat besi dan lemak. Frekuensi tidak terlalu sering dan baunya lebih kuat.

 

Buang Air Kecil (BAK)

BAK pertama terjadi beberapa jam setelah lahir dan berwarna gelap dan kental. Dalam sehari bayi buang air kecil minimal 6 kali. Bila kurang mungkin dehidrasi. Untuk bayi laki-laki perlu dilihat pancaran urinnya, pastikan tidak ada hambatan.

 

Merawat Tali Pusar

Tali pusar yang pada waktu janin di dalam rahim berfungsi sebagai pembuluh darah yang mengantar zat gizi dan oksigen setelah lahir dan dipotong akan segera menutup dan tidak mempunyai fungsi sebagai pembuluh darah lagi. Bagian dalam tali pusat disebut Wharton’s jelly, yang tidak mempunyai persarafan, sehingga apabila dilakukan manipulasi pada tali pusat itu tidak akan menimbulkan rasa sakit.

Yang perlu diperhatikan dalam merawat tali pusat:

  • Jaga kebersihannya karena tali pusat sangat mudah mengalami infeksi. Caranya dapat dengan memberikan sapuan antiseptik seperti alkohol.
  • Jangan mencoba menarik tali pusat meskipun kelihatannya sudah hampir lepas
  • Jangan tutup tali pusat dengan popok. Tujuannya untuk menjaga agar tetap kering dan terpapar udara.
  • Hubungi dokter apabila:
    • Ada perdarahan dari tali pusat atau area di dekat kulit
    • Timbul nanah
    • Bengkak atau kemerahan
    • Bayi merasa kesakitan di sekitar pusar
About these ads
 
1 Komentar

Posted by pada Juni 19, 2009 in Perawatan Bayi

 

One response to “Perawatan Bayi Baru Lahir

  1. mey

    Oktober 24, 2009 at 6:38 am

    terimakasih buat informasinya saya jadi bertambah wawasan dalam merawat bayi saya

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: