RSS

Sunat Bayi

08 Sep

Kedatangan bayi laki-laki di tengah keluarga biasanya disambut dengan gembira. Lepas dari budaya manapun, laki-laki kerap diidentikkan dengan ‘jagoan’. Namun pertanyaan berikutnya apakah bayi saya perlu disunat? Dan bila ya, kapan sebaiknya dilakukan? Selagi bayi, anak, atau setelah dewasa? Apa saja konsekuensinya? Metode sunat apa yang paling aman? Yuk kita simak artikel berikut. Tidak ada yang benar ataupun salah, semua keputusan diserahkan pada masing-masing orang tua. Artikel ini hanya membantu Anda sebagai orang tua untuk memutuskan apa yang paling tepat untuk anak Anda. Selamat membaca!

Sunat adalah tindakan membuang kulit kulup (preputium) yang menutupi kepala penis (glans penis). Sunat bisa dilakukan atas indikasi medis misalnya:

- phimosis (kulit kulup tidak dapat ditarik ke belakang)
- paraphimosis (kulit kulup setelah ditarik ke belakang tidak dapat kembali menutupi kepala penis)
- balanitis (radang pada kepala penis)
- posthitis (radang di kulit kulup)

Bila ada indikasi medis, sunat bisa dilakukan kapan saja.

Sunat juga bisa dilakukan tanpa indikasi medis (biasanya atas pertimbangan agama, budaya, atau pilihan seseorang).

American Academy of Pediatrics (AAP) yang kerap dijadikan referensi tidak pernah merekomendasikan sunat sebagai sesuatu yang harus atau rutin dilakukan pada setiap bayi laki-laki yang baru lahir (biasanya dalam 10 hari pertama) tanpa indikasi medis, karena memang keuntungan sunat tidak cukup kuat untuk membuat sunat menjadi sesuatu yang diwajibkan pada bayi baru lahir. Namun semua keputusan diserahkan pada orang tua masing-masing yang kerap dipengaruhi oleh agama ataupun budaya.

Keuntungan sunat:

  1. Lebih mudah dibersihkan. Tindakan membersihkan penis menjadi lebih sederhana daripada penis yang tidak disunat.
  2. Mengurangi risiko infeksi saluran kencing menjadi 1/10 kalinya.
  3. Mencegah timbulnya masalah lain pada penis misalnya fimosis (kulit kulup tidak dapat ditarik ke belakang), radang penis, dan lain-lain.
  4. Mengurangi risiko kanker penis.
  5. Mengurangi risiko terkena penyakit menular seksual.

Risiko sunat:

  1. Risiko tindakan bedah itu sendiri:
    1. perdarahan terus-menerus
    2. infeksi
    3. kelebihan atau kekurangan potong kulit kulup, sehingga diperlukan bedah minor untuk memperbaikinya
    4. retensi urin (tidak bisa kencing), bisa terjadi karena bayi merasa sakit sehingga enggan mengeluarkan air seninya atau ada masalah penyempitan di saluran kencingnya. Waspada apabila bayi Anda tidak pipis selama 8 jam setelah sunat, segera hubungi dokter.
  2. Risiko anestesi: tindakan sunat menimbulkan rasa sakit. Oleh karena itu diperlukan anestesi. Pada bayi baru lahir hanya anestesi lokal yang diperlukan. Pada anak yang lebih besar diperlukan anestesi umum karena anak sudah bisa berontak dan mengganggu jalannya bedah. Pada bayi baru lahir anestesi lokal dilakukan dengan menginjeksi obat anestesi pada saraf di penis. Pada tindakan ini apabila pembuluh darah ikut tertusuk, maka akan terjadi memar (perdarahan dalam) pada penis. Beberapa senter menggunakan krim anestesi topikal tapi tidak dianjurkan pada bayi usia kurang dari 1 bulan.
  3. Nyeri. Walaupun masih bayi anak sudah dapat merasakan nyeri seperti halnya kita orang dewasa. Manifestasinya mungkin bayi akan menjadi lebih rewel, dan lebih banyak tidur, lebih banyak butuh disusui. Bantu bayi Anda mengatasi rasa nyerinya ini dengan memberinya pelukan, susui sering-sering, dan rawat luka di penisnya dengan hati-hati. Dokter akan memberikan obat pengurang nyeri tapi tidak akan 100% efektif.

Umur berapa sebaiknya sunat dilakukan?

Ada banyak pendapat mengenai usia ideal dilakukan sunat. Ada yang menyebut saat masih bayi baru lahir karena proses anestesi lebih sederhana yaitu dengan anestesi lokal, prosedur lebih sederhana, dan proses penyembuhan lebih cepat (7 – 10 hari). Ada juga yang menyebutkan idealnya sebelum usia akhil balik misalnya 12 – 13 tahun dengan mempertimbangkan keputusan sunat juga sudah disetujui individu yang bersangkutan dan anak sudah cukup koperatif untuk tidak berontak saat operasi dan saat ini jaringan penis maupun kulit kulupnya sudah berkembang dengan sempurna sehingga kemungkinan kesalahan bedah lebih minimal. Sekali lagi Andalah yang menentukan usia sunat yang tepat bagi bayi Anda.

Metode Sunat

Metode sunat macam-macam dari yang konvensional, menggunakan klem, maupun dengan laser.

  1. Metode konvensional. Pada metode ini kulit kulup dibuang dengan pisau lalu dijahit dengan benang yang menyatu dengan kulit. Metode ini cocok dilakukan untuk segala umur dan ideal untuk kasus fimosis. Biaya untuk metode konvensional umumnya cukup tejangkau, tapi prosedurnya membutuhkan waktu lebih lama yaitu sekitar 15 – 20 menit.
  2. Metode klem. Prinsipnya kulit kulup dijepit lalu dipotong tanpa perlu dijahit. Sekarang banyak variasi alat klem yang dikembangkan dari Gomco clamp,Taraclamp (metode cincin), Smart clamp, dan lain-lain. Kelebihan metode klem adalah prosesnya yang singkat (sekitar 5 menit), risiko perdarahan minimal bahkan hampir tidak ada, rasa sakit sangat minimal. Tapi kekurangannya operator butuh keahlian khusus dan harganya cukup mahal. Metode ini cocok untuk bayi baru lahir.
  3. Metode ”Laser”. Sebenarnya istilah laser pada masyarakat awam sering dikacaukan.Ada2 metode:
    1. Elektrokauter. Sebenarnya ini bukan laser karena tidak memakai sinar laser, melainkan kulit kulup dipotong dengan cara ’dibakar’ dengan aliran listrik yang mengalir pada elemen logam (seperti solder panas). Keuntungan metode elektrokauter ini adalah perdarahan minimal karena dengan dibakar maka pembuluh darah akan menutup. Kerugiannya metode ini tergantung dengan aliran listrik, dimana bila ada kebocotan atau kerusakan alat maka sengatan listrik bisa membahayakan pasien maupun operator. Metode ini cocok untuk anak di bawah 3 tahun karena pembuluh darah masih kecil.
    2. Metode laser CO2. Metode ini yang lebih tepat untuk istilah sunat dengan laser. Peran laser CO2 adalah untuk memotong kulit kulup setelah sebelumnya dijepit dengan klem. Hasilnya kulit kulup terpotong tanpa ada setetes darah pun. Tapi tetap harus dijahit agar penyembuhan lebih sempurna. Lamanya pengerjaan sekitar 10 – 15 menit. Keuntungannya: perdarahan hampir tidak ada, proses cepat, rasa sakit minimal, dan secara estetik lebih baik. Kerugiannya: mahal dan hanya ada di rumah sakit besar. Metode ini cocok anak pra pubertas.

Cara Perawatan Luka Pasca Sunat

Setelah sunat dilakukan Dokter akan memerikan petroleum jelly pada penis bayi Anda untuk mencegah menempelnya dengan pakaian atau diaper atau dibungkus kendur dengan kasa. Gantilah kasa setiap mengganti popok dan oleskan petroleum jelly untuk menghindari menempel pada diaper. Catatan: Bila bayi Anda disunat dengan metode cincin, penis tidak ditutup kasa melainkan cincin akan lepas sendiri kira-kira dalam jangka waktu 1 minggu. Setelah penis sembuh, maka Anda dapat memandikan dan mencucinya dengan air dan sabun seperti biasa.

Cara Perawatan Penis Bayi Bila Anda Memutuskan untuk Tidak Menyunat Bayi Anda

Tidak perlu menarik kulit kulup ke belakang saat membersihkannya sebelum anak Anda berusia 5 tahun. Sabuni saja seperti biasa. Setelah umur 5 tahun umumnya kulit kulup sudah dapat ditarik ke belakang dengan mudah sehingga Anda dapat mengajar anak Anda untuk menariknya ke belakang setiap kali mandi saat membersihkannya dengan air dan sabun, bilas dengan air, dan kembalikan ke posisi semula menutupi kepala penis. Selesai mandi, keringkan dengan handuk dengan cara yang sama.

 
18 Komentar

Ditulis oleh pada September 8, 2009 in Perawatan Bayi

 

Tag: , , , , , , , , , ,

18 responses to “Sunat Bayi

  1. mauncis

    Desember 31, 2009 at 8:57 am

    Thanks mas anak saya jga baru di sunat dengan laser dan hasilnya menggembirakan. Terus artikel kesehatannya yang banyak lagi mas

     
    • mybabynmom

      Januari 5, 2010 at 3:40 am

      Ada masukan topik apa yang mau diangkat? Senang sekali kalau blog ini bisa jadi blog dari kita untuk kita.

       
  2. Yesi rahmayeni

    Mei 11, 2010 at 1:23 pm

    anak saya umur 4 thn 6bln baru saja menjalani sunat secara laser,skrg sy lihat di p.n.s. dia ada semacam benda halus yg menempel,seperti benang..bagaimana saya harus membersihkannya? tq

     
    • mybabynmom

      Agustus 30, 2010 at 10:22 am

      Mudah saja Mommy, saat membersihkan pelan2 basahi kasa dgn air matang lalu tutulkan perlahan2 hingga benangnya berdiri lalu ambil perlahan2.

       
  3. michu

    Mei 23, 2010 at 3:57 pm

    Anakku disunat umur 3 hari.
    Skrg aku jadi ragu, apa penisnya akan terganggu perkembangannya?
    =(

     
    • mybabynmom

      Agustus 30, 2010 at 10:16 am

      Gak masalah mommy.. tenang saja.. kl maksudnya penis terganggu perkembangannya dlm arti pertumbuhannya tdk maksimal sama sekali tdk berhubungan.. hanya saja apabila disunat wkt umur sangat kecil dikuatirkan apabila Dokternya kurang ahli pemotongan kulit kulupnya tidak tepat, jadi misalnya terlalu sedikit yg diambil atau terlalu banyak. Sehingga kalau yg dibuang tll sedikit bisa jadi untuk membersihkan masih perlu ditarik. Begitu… tp kl Dokternya sudah pengalaman harusnya tdk perlu dikuatirkan.

       
    • mybabynmom

      Mei 27, 2011 at 3:28 am

      Jangan takut Pak/Bu.. sejauh dokternya melakukan operasi dengan benar, tidak ada masalah. Dan perkembangan penis kan dipengaruhi oleh hormon jadi tidak ada kaitannya. Thx

       
  4. darto

    Juli 4, 2010 at 3:12 am

    kalua sunat karena radang pada orang dewasa gimana?

     
    • mybabynmom

      Agustus 30, 2010 at 10:11 am

      Sunat memang menjadi solusi untuk masalah2 yg tjd pd penis utk org dewasa. Untuk kasus radang, bisa diberikan dahulu obat antiradang untuk menenangkan radangnya, lalu untuk mencegah berulangnya masalah maka sebaiknya disunat juga agar lebih mudah membersihkannya. Metode sunat bisa apapun sesuai keinginan pasien.

       
  5. adi kusmanto

    Oktober 30, 2010 at 11:51 am

    Anak saya berumur 25 bulan. Saya baru menyadari kalau kulit/kulupnya bagian kanan menepel dgn kepala penisnya. Apakah ini normal atau perlu tindakan sunat ? apakah bisa ditunda sunat nya sampai berumur 4-5 th?.

     
    • mybabynmom

      Mei 27, 2011 at 3:27 am

      Sunat lebih baik di usia yg lebih besar (usia sekolah) agar perkembangan penis sudah terlihat dengan jelas. Thx.

       
  6. prekis

    Mei 15, 2011 at 5:48 am

    Wah, senang sekali menemukan blog ini. apalagi, anak saya, 13 bulan, rencana akan kami sunat karena fimosis. Oya, apakah terlalu lama dan terlalu sering memakai pampers menyebabkan fimosis ? Bolehkah anak dengan fimosis memakai pampers ? Trim’s banyak ya.

     
    • mybabynmom

      Mei 27, 2011 at 3:24 am

      Fimosis terjadi karena kulit kulup tll panjang sehingga menutupi badan penis Bu, jadi bkn karena pakai pampers terlalu lama. Sebaiknya anak yang fimosis harus lebih baik lagi menjaga kebersihan. Jadi sebaiknya pampers jgn tll lama diganti. Thx..

       
  7. kiki

    Februari 8, 2012 at 11:50 pm

    Thankyou bgt infonyaa, ini yg lagi saya butuhin. Rncananya minggu dpan anak saya mau disunat :)

     
    • mybabynmom

      Februari 9, 2012 at 7:27 am

      sama-sama.. semoga bermanfaat :)

       
      • jussy_lolipop

        Februari 7, 2013 at 4:10 am

        ​​الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّالْعَالَمِينَ saya menemukan blog ini, anak saya umur 3th 6bln rncananya bsk mau disunat, kalau sunat laser .͡▹ι̥†υ̲̣̥ lgsg kering ya? Bagaimana dengan metode sunat bogem atu sampit bolehkah saya mndapatkan informasi lebih dalam. Trimakasih

         
  8. Fitri

    November 18, 2012 at 12:22 pm

    Bayi saya umur 4 bln,d ujung penisnya ada luka seperti lecet,trs dia susah kencing,bila kencing slalu menangis,kta dokter spesialis anak,hrus di sunat. Bolehkah?ada resiko g?thanks buat jwbnnya

     
    • mybabynmom

      Mei 6, 2013 at 5:25 am

      @Bu Fitri, betul bu sebaiknya disunat. Resiko setiap tindakan pasti ada misalnya perdarahan ataupun nyeri. Tapi tentunya bisa diatasi.
      Terima kasih.

       

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: