RSS

Mengompol

21 Agu

Siapa yang tidak pernah ngompol…??? Saya yakin pasti tidak ada yang mengangkat tangan karena mengompol pasti pernah dialami setiap manusia. Tetapi kalau seorang anak tetap mengompol setelah melewati usia 6-7 tahun, akan menjadi suatu pertanyaan. Normalkah anakku?

Pertama-tama kita akan mengulas tentang ngompol itu sendiri. Apa itu ngompol? Ngompol atau yang nama keren kedokterannya dikenal dengan nokturnal enuresis ialah pengeluaran urine yang tidak disadari pada saat tidur. Terkadang definisi ngompol juga digunakan untuk menyebut anak yang gagal mengontrol pengeluaran urine saat mereka dalam kedaan terjaga.

Jenis  ngompol dibagi 2 : ngompol primer yaitu ngompol sejak bayi  dan ngompol sekunder yaitu kembali mengompol setelah anak tidak pernah ngompol lagi selama minimal 6 bulan.

Penyebab ngompol primer disebabkan adanya keterlambatan proses pematangan sistem saraf pada anak  dimana adanya ketidakmampuan otak untuk menangkap sinyal  yang dikirimkan oleh kandung kemih, gangguan hormonal, kelainan anatomi, misal kandung kemih yang kecil dan tidur yang sangat dalam sehingga anak tidak terbangun pada saat kandung kemih sudah penuh. Sedangkan penyebab dari ngompol sekunder bisa dikarenakan infeksi saluran kemih, gangguan metabolisme (kencing manis usia dini), gangguan saraf tulang belakang, tekanan yang berlebihan pada kandung kecing terutama disebabkan karena gangguan pengeluaran kotoran sehingga akumulasi kotoran pada usus besar akan menekan kandung kencing.  Bahkan keadaan stress juga dapat memicu terjadinya ngompol sekunder.

Sebagai gambaran saja, saya tampilkan grafik perbandingan anak-anak yang masih mengompol berdasarkan usia:

  graphic ngompol

(Sumber: The Royal Children Hospital Melbourne;2008).  Grafik ini diambil dari negara bagian Australia yaitu Victoria, sebanyak 37 ribu anak usia 4-15 tahun.

Penanganan apa saja yang bisa dilakukan orang tua?

  1. Orang tua ada baiknya mencari tahu, apakah si anak dalam keadaan stress baik dirumah ataupun disekolah sebab stress dapat memacu timbulnya ngompol.
  2. Membatasi minum setelah makan malam.
  3. Biasakan anak untuk buang air kecil dahulu sebelum tidur.
  4. Bila orang tua mengetahui kira-kira jam anak mengompol, bangunkan anak sebelumnya untuk buang air kecil.
  5. Kadang cara pemberian reward (pujian ataupun hadiah) juga berhasil dalam mengatasi ngompol ini. Orang tua yang selalu memberikan motivasi yang tinggi pada anak untuk mengontrol kebiasaan ngompol akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan sang anak dalam mengendalikan pengeluaran urine.
  6. Bila semua telah dilakukan dan tetap tidak berhasil, dapat dipertimbangkan untuk memeriksakan anak ke dokter. Terapi yang mungkin dilakukan adalah pemberian obat – obatan yang bekerja di saraf ataupun yang mengurangi produksi urine. Cara lain adalah memasang  alat sensor khusus atau sensor alarm.

Mengatasi ngompol bukanlah hal yang mudah. Diperlukan kerjasama antara orangtua, anak dan dokter (bila antara orang tua dan anak tidak berhasil). Dalam hal ini diperlukan kebijaksanaan, kesabaran dan pengertian orang tua dan tidak mengejek atau mengolok-olok anak.

Satu hal menarik yang saya baca adalah pemberian ASI dapat mencegah mengompol yang berkelanjutan pada anak. Percayakah para Mom?

Berdasarkan salah satu penelitian yang diadakan di Amerika, bayi yang tidak minum ASI lebih cenderung ngompol dibandingkan bayi yang diberi ASI. ASI selain kaya akan gizi juga mengandung asam lemak yang dapat memperbaiki dan mempercepat pertumbuhan otak sedangkan mengompol (primer) terjadi karena terlambatnya pertumbuhan saraf otak. Dari penelitian ini didapatkan hasil : pada anak yang mengkonsumsi susu formula didapatkan prosentasi mengompol yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang hanya mendapat ASI. Mungkin hal ini bisa menjadi pertimbangan para Mom yang masih mempunyai bayi dan Mom-to-be.

Masalah ngompol ini sudah pasti akan meresahkan baik orang tua maupun anak. Karena itu, kita sharing yuk… mungkin ada diantara para bapak dan ibu yang mempunyai pengalaman tentang ngompol ini pada si kecil dan trik-trik apa saja yang dilakukan. Pasti akan sangat menarik dan berguna bagi para orang tua yang lain. Ditunggu ya sharingnya…..

 
Leave a comment

Posted by pada Agustus 21, 2009 in Tumbuh Kembang

 

Kaitkata: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.