Pola Tidur
Bayi baru lahir dalam minggu pertama tidur selama 14 – 18 jam dalam sehari. Setelah itu hingga 1 bulan tidur selama 12 – 16 jam/hari. Biasanya terbangun tiap 2 – 4 jam.
Bayi umur 3 – 6 bulan tidur selama 12 – 15 jam dalam sehari tapi sudah menunjukkan pola tidur yang teratur. Selain itu bayi sudah dapat tidur lebih lama saat malam hari, bisa sampai 5 – 6 jam, sehingga tengah malam bisa hanya bangun 1 – 2 kali.
Nah apabila bayi Anda sudah mencapai umur 6 – 9 bulan, lamanya tidur dalam sehari memang masih 11 – 15 jam tapi tidur siangnya sudah terpola jadi hanya 2 kali yaitu pagi dan sore. Saat ini apabila Anda menginginkannya Anda dapat biarkan ia tidur sepanjang malam tanpa harus disusui. Tapi apabila Anda memberinya ASI tentunya Anda bisa manfaatkan waktu yang panjang ini untuk memerah ASI dan biarkan Ia tetap tidur.
Lalu apakah bayi perlu dibangunkan untuk menyusui apabila dia tidur pulas pada malam hari?
Jawabannya tergantung usianya dan tergantung apakah bayi Anda termasuk underweight (berat badan di bawah normal). Secara teori bayi 0 – 3 bulan boleh tidur tanpa asupan susu selama maksimal 5 jam, sedangkan di atas 3 bulan boleh 6 – 8 jam tidur tanpa perlu dibangunkan untuk menyusu. Tentunya bila Anda memberi ASI, Anda tetap perlu memerah ASI 3 – 5 jam sekali untuk menjaga produksi ASI tetap banyak. Apabila bayi Anda termasuk underweight, Anda tetap perlu membangunkannya untuk menyusu untuk meningkatkan asupan nutrisinya.
Tempat Tidur bayi
Untuk mencegah bayi tertindih oleh ibu atau ayahnya sebaiknya tempatkan bayi di boks atau tempat tidur bayi yg diletakkan tepat di samping tempat tidur Ibu. Matras sebaiknya dipilih yang tidak terlalu empuk sehingga menghindari hidung bayi terbenam dan menutupi jalan napas bayi. Tidur tengkurap diperbolehkan apabila bayi sudah dapat membolak-balikkan badannya dari telentang – tengkurap – telentang.
Posisi Tidur
Bayi dianjurkan untuk tidur terlentang dan tidak tengkurap untuk mengurangi resiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). Kejadian SIDS lebih banyak pada mereka yang tidur tengkurap daripada terlentang.
Temperatur
Bayi baru lahir memerlukan kehangatan yang lebih daripada orang dewasa. Oleh karena itu jaga tubuhnya tetap hangat dengan memberinya baju tangan panjang atau ditutup dengan selimut. Setelah bayi berumur 1 bulan ia sudah dapat menyesuaikan diri dengan suhu sekitarnya. Pakaikan baju hangat bayi secukupnya.
Jangan sampai overheating. Suhu yang terlalu panas juga merupakan faktor resiko terjadinya SIDS.
Pada saat bayi batuk atau pilek, set temperatur lebih hangat daripada biasa. Matikan AC. Suhu yang terlalu dingin membuat saluran napasnya yang menyempit karena proses radang menjadi semakin sempit. Sebaliknya suhu yg hagat akan membuka saluran napasnya dan dapat membuatnya tidur lebih enak.
Bagaimana menerapkan disiplin tidur?
- Buatlah ritual atau rutinitas tirus. Misalnya gosok gigi, cuci tangan, ganti baju tidur, cuci kaki, nyanyikan lagu “Nina Bobok”, bacakan 1 cerita dongeng atau matikan lampu. Lakukan terus-menerus setiap hari sehingga anak Anda terbiasa apabila sudah ada ritual ini akan datang rasa kantuk atau minimal ia tahu ia harus tidur.
- Jaga jadwal yang konsisten. Jangan berubah-ubah waktu. Misalkan Anda tetapkan anak tidur jam 9 malam, lakukan terus ritual tidur jam 9 malam.
- Dorong anak untuk bisa tidur sendiri (fall asleep on his own, bukan sleep alone lho ya…)
Bagaimana bila bayi tidur di payudara ibu atau di gendongan ibu?
Bayi yang kenyang setelah menyusui cenderung tertidur karena perutnya merasa nyaman. Namun jangan biasakan bayi menyusu hingga tertidur, karena ia akan punya kebiasaan harus menyusu dahulu supaya bisa tidur. Dan kebiasaan ini tentunya tidak baik. Anda bisa membangunkannya dengan menggelitik telapak kakinya.
Demikian pula jangan tidurkan bayi dengan menggendongnya sampai tertidur. Bayi memang membutuhkan rasa nyaman untuk membantunya tidur. Anda boleh menggendongnya untuk membantunya lebih tenang, tapi saat dia sudah tenang, letakkan bayi di tempat tidurnya. Dengan demikian Anda mendisiplinkannya untuk menjadi anak yang mandiri dan tidak harus digendong untuk bisa tidur.
Masalah yang Dapat Timbul Seputar Tidur
- Jeda napas. Bayi kurang dari 6 bulan bisa secara normal melambat napasnya saat tidur hingga maksimal 15 detik, hal ini disebut “periodic breathing”. Bila lebih dari 15 detik dan bila terjadi juga setelah anak > 6 bulan, hubungi Dokter. Apabila Anda menjumpai anak Anda berhenti bernapas dan kulitnya kebiruan (terutama sekitar mulut, tangan, dan kaki apalagi seluruh badan), maka anak Anda mengalami sleep apnea dan segera beri pertolongan resusitasi jantung paru atau telepon ambulans.
- Mengorok. Mengorok itu normal apalagi pada anak yg sedang pilek. Tapi apabila mengoroknya disertai dengan jeda napas sesekali dan diikuti dengan gelagapan, maka waspadai apakah ada sumbatan jalan napas misalnya akibat tonsil (amandel) atau kelenjar adenoid yang membesar. Bedanya dengan sleep apnea, kejadian ini bukannya tiba-tiba tapi kronis, perlahan-lahan timbulnya dan terus-menerus. Sebaiknya Anda pergi ke dokter THT untuk menlai besarnya tonsil dan apakah ada adenoid.
- Berkeringat. Walaupun berkeringat saat tidur adalah wajar akibat dalamnya tidur, keringat yang berlebihan perlu dicurigai sebagai salah satu tanda penyakit jantung bawaan atau bisa juga karena adanya penyakit infeksi.
- Menggertakan gigi. Biasa terjadi pada anak yang baru tumbuh gigi (sekitar umur 6 bulan) atau yang mau tumbuh gigi tetap (sekitar 5 tahun). Hal ini biasanya terjadi karena anak merasa tidak nyaman dengan giginya.






