Tumbuh gigi adalah proses alami yang harus dilewati dalam masa pertumbuhan seorang bayi. Gigi pertama biasanya muncul di umur 4 – 8 bulan, walaupun beberapa variasi ditemukan berkaitan dengan faktor genetik dan juga asupan kalsium si Ibu selama hamil.
Proses tumbuh gigi umumnya tidak menimbulkan rasa sakit tapi beberapa bayi mengalami rasa tidak nyaman sehingga menyebabkan rewel, tidak mau makan atau minum, dan bahkan kadang hingga demam.
Untuk membantu proses tumbuh gigi dapat diberikan teething ring yang dingin ataupun waslap yang telah direndam air dingin untuk mengurangi rasa tidak nyaman tersebut. Atau apabila proses tumbuh gigi demikian mengganggu Ibu dapat memberikan teething balm atau teething gel yang berfungsi mengurangi rasa tidak nyaman dan rasa nyeri yang mungkin timbul.
Bila gigi sudah tumbuh, perlukah Ibu menggosok gigi bayi?
Anjuran dari American Academy of Family Physician adalah hingga umur 1 tahun gigi bayi belum perlu disikat. Cukup gunakan kasa ataupun waslap basah untuk membersihkan gigi, gusi, serta lidah bayi. Apabila anak sudah berumur 12 – 18 bulan, kita boleh mulai memperkenalkan anak pada sikat gigi, tentunya yang lembut dan ukurannya sesuai dengan mulut si batita yang masih kecil. Saat ini tidak disarankan memberikan pasta gigi yang berfluoride, karena anak umumnya belum dapat melepeh melainkan akan ditelan apalagi bila mengandung perasa atau pewangi buah. Tertelannya fluoride dapat menyebabkan fluorosis (kadar fluor yang berlebihan dalam darah), yang dapat menimbulkan osteoporosis dan kerusakan saraf. Apabila tersedia pasta gigi yang tidak mengandung fluoride, maka dapat digunakan, karena relatif aman bila tertelan. Tapi tetap dianjurkan Ibu mengajari anak untuk melepeh untuk proses belajar menyikat gigi selanjutnya. Setelah anak dapat melepeh, diperkirakan umur 4 tahun ke atas, maka Ibu dapat memberikan pasta gigi yang mengandung fluoride kepada anak-anak.
Fluoride, sebenarnya baik atau berbahaya untuk kesehatan gigi?
Walaupun masih pro-kontra, namun beberapa pakar meyakini fluoride membantu menjaga kesehatan gigi, mencegah gigi berlubang, dengan cara menghambat enzim penghasil asam di rongga mulut, dan mengikat kalsium yang bagus untuk menguatkan gigi. Tapi dibalik manfaatnya, fluoride juga mempunyai efek samping apabila tertelan dengan kadar lebih dari normal yaitu dapat menimbulkan osteoporosis dan juga kerusakan saraf.
Berapa batas maksimum fluoride yang masih dianggap aman?
Mengingat bahaya fluoride, beberapa negara menurunkan batas maksimum fluoride yang diperbolehkan. Sebagai contoh di beberapa negara Eropa, Australia dan Eropa batas maksimum fluoride menjadi 250 – 500 ppm. Sedangkan di Indonesia batas yang diperbolehkan oleh Badan POM masih terlalu tinggi yaitu 800 – 1500 ppm. Tak heran bila dari temuan tim peneliti dari Lembaga Konsumen Jakarta Public Interest Research and Advocacy Center (LKJ PIRAC), hampir seluruh pasta gigi anak yang beredar di Indonesia mempunyai kadar fluoride lebih dari 1000 ppm. Oleh karena itu tim peneliti ini menghimbau Badan POM untuk menurunkan standard batas maksimum fluoride dari 800 – 1500 ppm menjadi maksimal 500 ppm sesuai dengan standard di luar negeri.